Dua Terdakwa Pemilik 1 Kg Sabu Terancam Hukuman Mati

Terdakwa saat menjalani sidang di PN Medan.

MEDAN, TOPKOTA.com – Rahmad Siburian alias Kibo (28) warga Jalan Akasia Dusun I Desa Jambur Pulau Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang dan Wahyudin (berkas terpisah) sindikat narkoba kelas kakap hanya bisa menunggu dan menanti ajalnya tiba. Akibatnya kedua terdakwa pemilik satu kilo sabu ini pun terlihat terpelongo dan pasrah karna terancam hukum mati.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randy Tambunan menyebutkan kalau perbuatan kedua terdakwa ini diancam dengan hukuman pidana pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. “Kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual,dan menjadi  perantara dalam jual beli, menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya satu kilo gram,” kata Rendy dalam dakwaannya saat bersidang di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan Kamis (4/10) sore

Lebih lanjut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumut ini menyatakan kedua terdakwa ditangkap dan dibunti oleh personil BNN bermula pada Maret 2018 sekira jam 11.00 wib di Jalan Tritura Simpang Mariendal, Medan tepatnya dipinggir jalan depan warung mie sop kampung.

“Awalnya terdakwa yang berada di rumahnya di Jalan Akasia Desa Jamur Pulau, Perbaungan dihubungi oleh Sapnah alias Bulek (DPO) untuk mengambil sabu seberat 1 Kg di Medan dari orang yang tidak terdakwa kenal dengan cara terdakwa akan dihubungi oleh orang yang akan mengantarkan narkotika jenis shabu pesanan SAPNAH Alias BULEK,”sebut Rendy.

Dihadapan ketua majelis hakim Abdul Kadir JPU juga mengatakan, bahwa Sabu tersebut, akan diambil terdakwa kepada seseorang yang tidak dikenal di kawasan Pajak Melati. Kedua terdakwa kemudian menemui orang tersebut, dan kemudian membawa sabu untuk diserahkan kepada Sapnah di Perbaungan. Naas ditengah jalan, aksi mereka ternyata sudah dibuntuti dua anggota BNN, Khairul Syafri dan Rocky Siahaan.

“Kedua personil BNN tersebut, lalu mengamankan kedua terdakwa. Dari tangan para terdakwa turut disita 1 Kg sabu, kereta yang dikendarai, satu unit handphone, uang tunai Rp 5 juta dan barang bukti lainnya,” bilang Randy Tambunan.

Sementara Khairul Syafri, personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara yang menangkap Rahmat Siburian dan Wahyudin kepada ketua majelis makim Abdul Kadir bahwa kedua terdakwa berencana mengirimkan sabusabu seberat 1.000 gram (1 kg) ke Perbaungan untuk diedarkan.

Selain itu saksi BNN Sumut ini juga menjebutkan penangkapan terdakwa bermula pada Rabu (3/10/2018) sore, yang awal mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seorang pria orang suruh oleh Sapnah, warga Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai untuk mengambil sabu di Medan.

“Saya dapat informasi dari masyarakat, yang menyebutkan ciri-cirinya terdakwa bertubuh gemuk dan satu lagi bertato. Mereka mengendarai kereta vario warna hitam lis hijau BK 2161 XAY dari Medan ke Perbaungan,” ucap saksi di hadapan majelis hakim

Mendapat informasi tersebut, saksi dan rekannya kemudian mengejar terdakwa, hingga akhirnya di simpang Jalan Tritura, Simpang Mariendal, Medan, saksi menabrakkan sepedamotornya ke motor terdakwa hingga terjatuh. “Pas hendak ke Perbaungan, di tengah jalan kami tangkap, selanjutnya terdakwa  berikut barang bukti dibawa ke Kantor BNNP-Sumut guna diproses hukum lebih lanjut,” ucap saksi di hadapan majelis hakim diketuai Abdul Kadir.

Usai mendengarkan dakwaan JPU dan keterangan saksi, majelis hakim lalu menutup sidang, “Sidang kita lanjutkan pelan depan dengan agenda keterangan saksi lain,” ucap Majelis hakim sebari menyebutkan kepada JPU agar menghadirkan saksi yang belum dihadirkan.(Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/