Dua Pemuda Dikeroyok 20 Preman Kampung di Cafe, Tangan Ditikam Pecahan Botol, Wajah Bonyok Dipukuli

Kedua korban saat mendatangi Polsek Patumbak.

MEDAN, TOPKOTA.com – Mhd Rafi (24) dan Jefri Sahputra alias Uud (23) warga Marindal I Gang  Roso Kecamatan Patumbak menjadi sasaran 20 orang pria mabuk. Dua pemuda ini, terkapar dan babak belur bersimbah darah setelah dikeroyok dan dipukuli di Cafe Karbot Jalan Kebun Kopi Pasar 4 Desa Marndal-I Kecamatan Patumbak Deliserdang, Selasa (2/10) sekira pukul 3.00 Wib

“Kalau menurut kami meraka (terduga pelaku) sok jago sama kami, mentang- mereka rame,” kata Rafi saat mendatangi Polsek Patumbak, Selasa (2/10) sekira pukul 17.30 Wib.

Ceritanya, sebelum kejadian, korban dan pelaku awalnya menjadi pengunjung di Cafe Karbot dan tidak ada terjadi selisih paham. “Selama di Cafe itu, aku (Rafi) dan Jefri bersama kedua orang kawannya yang menjadi saksi gak ada selisih paham dengan para pelaku Anto dan Evan alias Badut Cs yang dikenal warga preman kampung itu,” kata Rafi langsung diamini Jefri dan dua temannya.

Namun tanpa sebab, saat kedua pemuda ini duduk di salah satu meja di café tersebut, tiba-tiba para pelaku mendatangi mereka. “Malam dini hari itu, saat kami kembali duduk-duduk di pondok sambil menikmati minuman dan dentuman music di Cafe Karbot, tiba-tiba Evan alias Badut Cs yang juga warga Marindal datang kemeja kami. Terutama Evan, yang mendatangi kami dengan marah-marah, tanpa sebab dan berselang beberapa menit kemudian kawan-kawannya berdatangan langsung memukuli kami. Ada sekira 20 orang yang memukuli kami. Tangan ku dipukul pecahan botol hingga robek, wajah ku luka dan memar, sedangkan Jefri juga luka dibagian wajah dan tangannya. Mungkin kalau gak lari kami sudah mati dihabisi mereka bang ,” kata Rafi.

Saat itu, sebelum tangan korban ditikam botol, korban mau lari  keluar dari Café, namun dihadang dan lalu dikeroyok lagi. Bahkan dari belakang kepala, badan korban dihajar hingga kedua korban terkapar- di tanah.

Dalam keadaan babak belur korban akhirnya berhasil melarikan diri, selanjutnya sekira pukul 04.00 Wib dini hari langsung membuat laporan polisi sekaligus berobat. Akibat kejadian tersebut tangan sebelah kiri korban luka sobek dan harus dijahit sebanyak 10 jahitan sekaligus membuat Visum ke RS Estomi Simpang Limun Medan.

“Untung kami (korban) sempat lari setelah dipukuli dan selanjutnya sekira jam 04.00 Wib dini hari kami langsung membuat laporan polisi sekaligus berobat ke RS Estomi, karena tanggan ku robek disebelah kiri dan harus dijahit sebanyak 10 jahitan,” kata korban sembari menambahkan kalau pelakunya satu orang bernama Wiboyo tadi pagi telah ditangkap.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi saat dikonfirmasi Senin (2/10) sore membenarkan kalau korban telah membuat laporan Polisi.(Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/