Dituding Bobol Akun Whatsapp Dosen, Mahasiswa UNPRI Akan Tempuh Jalur Hukum

Mahasiswa UNPRI Ghozi pakai baju merah.

MEDAN, TOPKOTA.com – Gegara dituding membobol Whatsapp milik seorang dosen, Ghozi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Program Studi S1 Pendidikan Dokter Gigi Universitas Prima Indonesia Medan ini di nonaktifkan. Tak terima, ia bersama penasehat hukumnya berencana akan melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Penegasan itu dikemukakan Penasehat Hukum Ghozi, Arifin Saleh & Associates ketika ditemui wartawan baru baru ini di Medan. Atas permasalahan ini, pihak penasehat hukum sudah telah melayangkan dua kali somasi kepada pihak kampus sekaitan penonaktifan salah satu mahasiswanya. “Kita sudah dua kali mengirimkan surat somasi, namun hingga kini belum juga kami terima klarifikasinya. Kami sangat kecewa,” kata Zul Chairi selaku penasehat hukum Muhammad Ghozi Dooham didampingi orang tua Ghozi, Pardamean Manurung.

Menurutnya, pihak kampus diduga terkesan sepihak dalam memutuskan suatu masalah tanpa memanggil orang tuanya. “Klien kami dalam hal ini Ghozi dituding telah menjebol account whatsapp salah satu milik dosennya yang bernama drg Wilvia atas tuduhan drg Juwita yang juga dosen di fakultas tersebut, karena telah mendapatkan soal dan kunci jawaban mata perkuliahan blok VIII head and neck pada Sabtu 28 Juli 2018,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa mereka selaku penasehat hukum yang mendampingi keluarga tidak pernah melihat account whatsapp tersebut. Tak hanya itu pihak kampus pun memutuskan sepihak tentang penonaktifan yang disampaikan melalui lisan oleh pihak WR 4 Unpri bernama Ali. “Kami sangat kecewa kenapa pihak kampus bertindak kurang bijaksana dalam memutuskan suatu masalah tanpa melibatkan orangtuanya,” keluhnya sembari menambahkan jika dalam waktu dekat pihaknya tidak juga menerima surat klarifikasi dari pihak Kampus, maka akan menempuh jalur hukum, baik pidana maupun perdata. (Red)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/