Disperindag Pekanbaru Akan Periksa Timbangan Pedagang

Pemeriksaan Timbangan di kantor Metrologi Legal Disperindag Kota Pekanbaru

PEKANBARU, TOPKOTA.com – Timbangan para Pedagang di Kota Pekanbaru daam waktu dekat akan diperiksa oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pekanbaru. Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menghindari kerugian bagi konsumen atas kecurangan pedagang, Hal ini dikatakan Kadisperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad H melalui Zuarman Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru..

Namun lanjut Zuarman, kegiatan pengecekan timbangan atau tera itu baru akan dilaksanakan setelah diadakan edukasi dan sosialisasi kepada para pedagang.  “Tahap sekarang adalah tahap edukasi dan sosialisasi. Pedagang akan kami imbau tidak menggunakan timbangan orange lagi. Kami juga memasang spanduk di setiap pasar, sehingga pedagang dan konsumen tahu mana timbangan yang boleh digunakan dan tidak boleh digunakan,” ujar Zuarman.

Zuarman menerangkan, setelah melakukan sosialisasi, Disperindag Kota Pekanbaru baru bisa melakukan tera di beberapa pasar. Rencanya paling cepat di pertengahan bulan Maret 2018 ini.  Dan Pemko Pekanbaru sudah menargetkan setidaknya ada empat pasar yang akan tertib ukur tahun ini. Diantaranya Pasar Rumbai, Pasar Labuh Baru, Pasar Higienis serta Pasar Cik Puan.

“Habis tahao edukasi dan sosialisasi, baru dilaksanakan tera di pasar,  paling lambat pertengahan maret ini. Paling tidak diprioritaskan 4 pasar tertib ukur dulu, seperti Pasar Rumbai, Pasar  Labuh Baru,  Pasar Higienis dan Pasar Cik Puan,  katanya.

Lebih lanjut Zuarman menambahkan, bahwa sidang tera dilakukan sekali dalam setahunnya. Hal itu sesuai dengan Rencana Kerja dan anggaran biaya yang sudah dituangkan dalam APBD Kota pekanbaru. Dan jika mengacu kepada UU Nomor 2 Tahun 1991 tentang Metrologi Legal, ada 2 jenis sidang yaitu Sidang Tera Ulang (STU) dan Sidang Tera Kantor (STK). STU ialah tera dilakukan di pasar langsung, semenrara STK ialah sidang tera yang dilakukan di kantor Metrologi dan pedagang itu sendiri yang datang.

“Ada dua jenis sidang tera wajib yang kita layani sesuai UU 2 Tahun 81 Tentang Metrologi Legal, yakni Sidang Tera Ulang (STU) dan Sidang Tera Kantor (STK). STU ialah tera dilakukan di pasar langsung, STK  iialah sidang tera yang dilakukan di kantor Metrologi. Biasanya  pedagang yang datang ke kantor,” katanya.

Khusus untuk Sidang Tera Ulang (STU), pelaksanaanya, biasanya ditanggung  pemerintah alias gratis,  melalui APBD atau APBN dan hal itu sifatnya kegiatan dan sudah dituangkan, itupun sekali dalam setahun. “Iya, STU itu sifatnya kegiatan yang dibiayai APBD atau APBN. Jadi biasanya dilakukan sekali dalam setahun. Pedagang yang melakukan STU tidak dipungut biaya alias gratis,” katanya. (Patar Simanjuntak)

loading...
https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/