Dilapor LP TIPIKOR, Asisten Pemilik Buku Nikah Ganda dan Pemalsu Data Istri akan Diberi Sanksi

Eddy Siswono.

SERGAI, TOPKOTA.com – Terkait laporan Lembaga Pemantau (LP) Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Nusantara kepada Dirut Holding dan Direksi Perkebunan Nusantara PTPN 3 (Persero), Eddy Siswono alias Eed Asisten Laboratorium Pabrik Kelapa Sawit (PKS ) Aek Raso Distrik Labuhan II (DLAB2) Kebun Sei Kebara PTPN3 akhirnya dipanggil jajaran Direksi Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) guna diproses.

Eddy Siswono diduga telah memalsukan identitas istri syahnya dengan memasukkan nama istri simpanannya Leni Sriwati sebagai data tanggungan istri/ahli waris. “Data tanggungan yang sudah dirubah akan kami kembalikan lagi seperti semula atas nama AS,” terang Tondi selaku Staff SDM Kantor Direksi PTPN3 Medan didampingi Kasubag SDM dan Supriadi Sebayang, Kamis (13/9).

Tondi juga menerangkan akan memberikan sanksi kepada Eddy Siswono yang tidak melalui prosedur untuk mengubah data tanggungan istri/ahli waris, dan perusahaan pun merasa tertipu. “Kami (Perusahaan) akan memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Dalam kasus ini, bukan AS saja korbannya, perusahaan juga ditipu dan masalah ini juga telah sampai ke Jakarta (Dirut),” jelas Tondi.

Namun Tondi tidak bisa menjabarkan sanksi apa yang diberikan, dikarenakan pihak Direksi harus merapatkan kasus ini terlebih dahulu. “Semua hasil pemeriksaan ini akan disampaikan kepada pimpinan, dikarenakan yang berkaitan seperti Serikat Pekerja Perkebunan (SPBun) harus dirapatkan. Kami hanya bekerja, soal keputusan sanksi yang diberikan kita tunggu hasil rapat dari Perusahaan dan SPBun,” ucapnya lagi.

Sementara AS selaku istri syah Eddy Siswono berharap agar pimpinan PTPN3 serta SPBun bertindak tegas dengan memberikan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dikarenakan sanksi ini menurut AS dapat memberikannya rasa keadilan dan menjadi pembelajaran bagi pegawai BUMN yang lainnya agar tidak bertindak semena-mena dengan istri syahnya. “Saya mohon agar pimpinan dan SPBun tidak membela yang salah. Saya tidak perlu yang lain,  saya hanya minta agar sanksinya nanti dipecat, Itu saja permintaan saya,” pinta AS.

Sementara Eddy Siswono yang dihubungi wartawan, Jumat (14/9) sekitar pukul 20.40 Wib terkait verifikasi data tanggungan istri dan sanksi yang akan diberikan PTPN3 enggan mengangkat telephon selulernya dan memilih bungkam. (Acong Sembiring)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/