Bupati Labura Disebut Intervensi Proyek Pemkab, Jalan Gunting Saga-Teluk Binjai Diperbaiki Tanpa Kontrak

Proyek pemeliharaan ruas jalan Gunting Saga-Teluk Binjai.

AEK KANOPAN, TOPKOTA.com – Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) H Kharuddinsyah SE sepertinya mulai mununjukkan pengaruhnya sebagai orang nomor satu disana. Bupati yang akrab disapa H Buyung itu ikut mengintervensi pembangunan proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab), meski menyalahi aturan.

Salah satu bukti, proyek pemeliharaan ruas jalan Gunting Saga – Teluk Binjai senilai Rp 200 Juta bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 sudah dikerjakan pada awal bulan Mei, padahal kontrak sama sekali belum ada

Hal itu terungkap dari keterangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR), H Edwin Defrizen ST saat ditemui di kantin kantornya, Jumat (21/6). Disebutnya, pelaksanaan proyek yang disinyalir “curi start” itu atas perintah Bupati Labura. “Perintah si Bos (Bupati-red), karena saat itu mau lebaran makanya diperintahkan untuk memperbaiki jalan, supaya lancar orang mudik,” katanya.

Edwin pun mengakui, jika kontrak untuk pelaksanaan pekerjaan itu sama sekali belum ada, karena belum ada proses pemilihan kontraktornya. Kemungkinan, proses tersebut akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang. “Belum ada, lagian penunjukkan kontraktornya nanti di bulan tujuh,” sebutnya.

Anehnya, Edwin sempat mengakui jika dana pekerjaan proyek “curi start” tersebut bersumber dari dana pribadi dan menggunakan alat-alat berat Dinas PUPR. Namun, belakangan, Edwin malah menyebut dananya bersumber dari PT. Raja Batu Abadi (RBA) yang sifatnya hutang/ngebon.

Dia memaparkan, untuk proyek pemeliharaan ruas jalan itu dikerjakan lebih dulu oleh PT. Raja Batu Abadi (RBA). Nantinya, setelah mulai penunjukkan kontraktor, biaya yang sudah terpakai oleh PT. RBA akan diganti sama kontraktor terpilih. Lain halnya, jika PT. RBA yang terpilih sebagai kontraktor, cukup tarik anggaran saja, karena pekerjaan belum sepenuhnya selesai.

“Belum selesai itu, masih banyak yang belum dikerjakan. Nanti setelah penunjukkan perusahaan pelaksana baru diselesaikan dan tinggal mengganti biaya yang terpakai, artinya dana itu masih nge bon/hutang sama PT. RBA. Bisa jadi, PT. RBA sebagai pelaksananya, kalau seperti itu, tinggal tarik dananya saja,” terang Edwin.

Parahnya, Edwin menyebutkan, bukan hanya proyek pemeliharaan ruas jalan Gunting Saga-Teluk Binjai saja yang diperintahkan Bupati untuk dikerjakan meski belum ada kontraknya. Proyek pemeliharaan ruas jalan Aekkanopan-Bandar Manis juga termasuk harus dikerjakan sebelum lebaran tiba saat itu.

Sungguh mengherankan, bagaimana bisa PT. RBA mau mengerjakan proyek pemeliharaan jalan dimaksud tanpa ada dana yang dikeluarkan Pemerintah setempat atau memang ada kesepakatan politis dibalik pengerjaan itu dengan Bupati Labura, H. Kharuddinsyah, SE, dan ini masih menjadi pertanyaan.

Selain pelaksanaan proyek yang menyalahi aturan karena dikerjakan tanpa adanya kontrak, sesuai informasi yang diperoleh Topkota.com dari masyarakat sekitar, pemeliharaan ruas jalan Gunting Saga-Teluk Binjai, juga diduga dikerjakan asal jadi, tanpa mengorek kembali aspal yang telah rusak. Pihak pelaksana langsung menambalnya dengan aspal baru, akibatnya, aspal baru tersebut menonjol ke atas karena tidak rata dengan aspal lama.

“Coba aja cek nanti disana, pasti tidak rata aspal yang ditempel itu. Soalnya, tak dikorek orang itu (kontraktor-red) aspal lama yang berlubang. Langsung ditambalnya saja. Asal jadi lah kesannya,” beber salah seorang warga disana yang mengaku namanya Bibit saat ditemui topkota.com, Sabtu (22/6). (Fachri Ramadhan Daulay)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/