Bupati Karo Launcing RAD Penanggulangan TBC di Berastagi

Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Kadis Kesehatan Drg Irna Safrina dan sejumlah OPD Kab.Karo melakukan pemukulan Gong launching, selanjutnya dilakukan penandatangan komitmen RAD dan pemberian penghargaan kepada puskesmas terbaik. (foto: TOPKOTA./dok).

TANAH KARO, TOPKOTA.com – Bupati Karo Terkelin Brahmana SH launching Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) Kabupaten Karo Tahun 2020-2024, Selasa, (3/12) pukul 11.00 Wib di Hotel Green Garden Berastagi.

Acara launching ini turut juga dihadiri Kadis Kesehatan Propinsi Sumut Khairani Ulfa SKM MKes, Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, Kantor Kementerina Agama Susadryanto SAG, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi,  Kadis DPMD Abel Tarawai, Kadis Sosial Benyamin Sukatendel, Kadis BKKBN Seruan Sembiring, Direktur RSU Kabanjahe dr Arjuna, OPD Kab. Karo RSU Amanda, RSU Efarina Etaham, Ketua IBI Karo (Ikatan Bidan Indonesia) dan Ikatan Dokter Indonesia Kab Karo (IDI), Kabag Humas dan Protokol Djoko Sujarwanto.

Dalam sambutannya Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menyampaikan, penanganan Tuberkulosis di daerah-daerah Kab. Karo telah diupayakan, namun, masalah utama adalah peningkatan anggaran perawatan kesehatan untuk penggantian kasus baru.

“Tuberkulosis (TBC) masih menjadi Masalah di Indonesia dan khususnya Sumatera Utara. Beban yang dipikul masyarakat Indonesia akibat TBC juga belum berakhir. Bahkan , Indonesia dikenal Dunia sebagai Negara dengan Kasus TBC Tertinggi Nomor  3 di Dunia,” ujarnya

Lanjutnya, sesuai data di Indonesia ada sekitar 842.000 kasus baru Tuberkulosis setiap tahun. Dari jumlah ini baru setengah yang ditemukan dan  diobati diperkirakan terjadi 13 kematian per/jamnya akibat TBC. Data dari Bappenas Tahun 2014 menunjukan 53% dari penderita TBC resistan obat akan mengalami kehilangan pekerjaan dan belum menuju target.

“Sedangkan kasus TBC di Kabupaten Karo Tahun 2019, sebesar 1317 Kasus. Sudah ditemukan sampai dengan Triwulan III Tahun 2019 sebesar 562 orang, ditambah data penyisiran kasus TBC RS 56 sehingga total jumlah kasus TB 618 (CDR 47%), masih belum memenuhi target 75 %,” katanya.

Namun lanjut Bupati, angka keberhasilan pengobatan SR sampai dengan Triwulan III – Tahun 2018, 97 % sudah memenuhi target Nasional 85 %. Beban yang ditanggung Negara dan dampak sosial ekonomi masyarakat yang terkena penyakit ini juga  tidak kecil.

“Padahal, penemuan kasus menjadi penting agar penderita segera bisa diobati  dan tidak menularkan ke orang lain. Peningkatan kapasitas dalam jumlah besar di Kab. Karo sangat penting. Masalahnya, belum tentu puskesmas baru memiliki sumber daya manusia dan perangkat yang memadai, termasuk untuk menemukan dan mengatasi tuberkulosis,” terangnya.

Untuk mengatasi masalah itu lanjut Bupati, dibuat sistem rujukan. “Puskesmas yang tenaganya telah mampu mendiagnosis tuberkulosis dengan sempurna dan melengkapi laboratorium pemeriksaan menyupervisi puskesmas yang belum memadai. Penderita juga dapat dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, pelayanan puskesmas  dan dinas kesehatan dapat meningkatkan angka penemuan kasus TBC, meningkatkan angka kesembuhan dan kesuksesan program terhadap pengobatan pasien TBC menuju eleminasi TBC Tahun 2030 dan Indonesia bebas TBC Tahun 2050.

Terkelin menambahkan ,di dalam RAD ini sudah nampak kontribusi pemerintah Kabupaten Karo dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis, dan  diharapkan mulai Tahun 2020, kegiatan ini  dapat memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Karo.

Sedagkan Kadis kesehatan Drg Irna Safrina Meliala mengatakan, launcing rencana aksi daerah TBC ini dilaksanakan  sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah dalam mengatasi serta mengeliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Karo.

Dilain sisi Irna menyatakan, bahwa penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tuberkulosis Kabupaten Karo Tahun 2020-2024 telah melalui tahapan yakni tahapan sosialisasi penyusunan Rencana Aksi Daerah, tahapan konsultasi publik yang dilaksanakan, tahapan costing yakni membicarakan rencana kerja penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2020-2024  di Kabupaten Karo, tahapan review dan ekspos Rancangan Akhir RAD (Rencana Aksi Daerah).

Dipenghujung acara Bupati Karo Terkelin Brahmana memberikan penghargaan kepada 3 puskesmas dengan capaian penemuan kasus Tuberkulosis CDR (Case Detection Rate ) tertinggi tahun 2018, yaitu terbaik pertama  Puskesmas Mardingding kriteria capaian (CDR) 67,2 %, kedua kriteria capaian 66,13 % oleh Puskesmas Tiga Panah, ketiga kriteria capaian (CDR) 65,6 % kepada Puskesmas Singa, dan penandatanganan komitmen bersama RAD (Rencana Aksi Daerah). (John Ginting)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/