BKPRMI dan ANSOR Labusel Kutuk Keras Pembunuhan 49 Muslim di Selandia Baru

Tersangka Brenton Tarrant, pria asal Australia yang secara jelas merekam aksi penembakan.

LABUSEL, TOPKOTA.com – Baru – baru ini, insiden pembunuhan terhadap 49 umat Muslim di Selandia Baru sangat menghebohkan masyarakat sejagad dunia, banyak warga dunia mengutuk keras peristiwa keji dan tidak berprikemanusiaan tersebut, dimana negara (Selandia Baru) yang dikatakan negara yang menjunjung tinggi nilai nilai hak asasi manusia tersebut, kini spontan saja menjadi negara yang tidak aman untuk warga Muslim, akibat pelaku teroris kaum kulit putih Eropa yang menembaki warga Muslim Selandia Baru yang akan melaksanakan Ibadah.

Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Najarul Efendi Siregar mengutuk keras peristiwa tersebut.

“BKPRMI Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengutuk keras tindakan yang membunuh saudara Muslim kami di Negara Selandia Baru. Kita sebagai warga Muslim Indonesia, khususnya Kabupaten Labusel ikut berduka atas musibah yang menimpa saudara Muslim kami disana,” kata Najarul melalui akun medianya, Sabtu (16/3) di Kotapinang.

Najrul juga berharap, para pelaku penembak warga Muslim di Selandia Baru segera ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Semoga penembak saudara Muslim kami disana cepat di tangkap dan di adili, semoga semua korban menjadi suhada, Amiin,” harapnya.

Sementara dilain sisi, Ketua Pimpinan Cabang ANSOR Kabupaten Labusel Hendra T Panjaitan ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut menanggapi, bahwa peristiwa tersebut telah mengusik rasa persahabatan dan perdamaian antar negara.

“Saya mengutuk keras aksi keji tersebut, dan saya kira kejadian tersebut telah mengusik rasa kenyamanan warga dunia dan juga mengusik rasa persahabatan dan perdamaian antar negara yang selama ini terjalin begitu baik,” terang Hendra.

Mengutip dari berbagai sumber, bahwa Insiden tersebut terjadi tepatnya di Masjid Al Noor dan Masjid Lindwood itu pada Jumat (15/3) kemarin. Dilaporkan membuat setidaknya 49 orang tewas dan 42 lainnya harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Pihak terkait mengatakan, sebanyak empat orang telah ditangkap terkait aksi brutal ini. Salah satu di antaranya adalah pria asal Australia Brenton Tarrant yang secara jelas merekam aksi penembakan. (Zainul)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/