BBM Non Subsidi Naik, Ini Tanggapan Pemkab Labusel

Situasi disalah satu SPBU di Kotapinang, terlihat sebuah truck mengisi BBM

LABUSEL, TOPKOTA.com – Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan melalui Kepala Bagian Perekonomian M Ali Siregar SE menanggapi terkait langkah PT Pertamina (Persero) yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax. Menurutnya, kebijakan tersebut adalah merupakan kebijakan strategi dari pemerintahan pusat.

“Kenaikan harga BBM adalah kebijakan dari pemerintah, yang dilakukan Pertamina, jadi kita mengikuti acuan atau aturan dari pemerintah pusat,” kata Ali di ruangannya, Kotapinang, Rabu, (4/7).

Ali menjelaskan, kenaikan harga tersebut dinilai akibat ekonomi Indonesia yang disaat ini begitu terpuruk, sehingga pemerintah pusat mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM non subsidi. Ia juga menambahkan, bahwa efek dari kenaikan harga BBM tersebut terdampak negatif dilapisan masyarakat. “Yang pastinya masyarakat tentunya mengeluh dengan kenaikan harga BBM non subsidi tersebut, maka karena itu masyarakat yang saat ini menggunakan non subsidi akan beralaih ke BBM yang bersubsidi,” jelas Ali.

Dilain sisi, Manager di salah satu SPBU di Kotapinang Kamto ketika dikonfirmasi melalui via selulernya mengatakan, bahwa kenaikan harga BBM tersebut merupakan kebijakan PT. Pertamina. “Kita mengikuti harga yang diterapkan PT. Pertamina, dan untuk animo masyarakat akibat kenaikan BBM non subsidi tersebut sampai saat ini aman-aman saja dan terkendali,” ucap Kamto.

Seperti diketahui, bahwa PT Pertamina (Persero) telah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax pada Minggu (1/7). Harga Pertamax naik Rp 600 menjadi Rp 9.500 per liter. Kemudian harga Pertamax Turbo naik Rp 600 menjadi Rp 10.700 per liter. Sedangkan harga Pertamina Dex naik Rp 500 menjadi Rp 10.500 per liter dan harga Dexlite naik Rp 900 menjadi Rp 9.000 per liter.(Zainul)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/