Baca Pledoi, dr Fadlun Terdakwa Penipuan Rp1,4 Miliar Menangis

Terdakwa.

MEDAN, TOPKOTA.com – Suasana sidang kasus penipuan dan penggelapan Rp1,4 miliar dengan terdakwa dokter Fadlun Djamili terbilang lucu dan janggal, pasalnya tak sedikit pengunjung tersenyum sembari menggeleng-gelengnkan kepala ketika Fadlun memasang jurus  menangis saat membacakan nota pembelaan (pledoi) yang berlangsung di ruang cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan Kamis (13/9) sore.

Awalnya Fadlun terlihat biasa, namun tanpa sebab tiba-tiba ia menangis dalam posisi berdiri sambil memegang kertas yang dipegangnya. Berlanjut kemudian melontarkan perkataan saya sebagai tulang punggumg keluarga. Dalam pembacaan pledoi itu Fadlun terkesan mencari pembenaran seraya berharap kepada hakim dapat memberikan hukuman yang seadil-adilnya.

Pantauan di ruang sidang tak sedikit pengunjung berbisik-berbisik membicarakan isi pledoinya, dan akhirnya terlihat pengunjung sidang yang duduk dibagian kiri belakang terlihat banyak tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Usai sidang digelar juga terlihat beberapa orang pengunjung sambil berjalan keluar dari gedung PN Medan bercerita, begitulah ciri-ciri orang munafik, sudah salah tapi sok tak bersalah.

“Didunia saja dia sudah tersiksa, akibat perbuatannya menipu orang, bagaimana nanti di akhirat. Titel dokter tapi pekerjaan tukang tipu, buat rusak nama baik profesi dokter aja dia itu,” celetuk beberapa pengunjung sidang sambil berjalan bersama teman-temannya.

Selain itu pemandangan unik di pengadilan Negeri Medan, beberapa orang ibu-ibu mencerca seorang pria yang diduga orang bayaran terdakwa Fadlun yang tetap hadir di PN Medan. “Woii jangan membela yang salah. Penipu pun kau kawal-kawal, malu lah kau sedikit,” kata beberapa perempuan yang mengenakan gaun muslimah.

Mendengar cercaan itu, pria yang mengenakan lobe putih tersebut terlihat wajahnya langsung pucat sembari menghindar tidak berani mendekat.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU)Dewi Tarihoran dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Richard Silalahi,di Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan, Kamis (6/9) sore menjatuhkan hukuman terhadap Fadlun selama tiga tahun penjara. “Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menjatuhkan hukuman terhadap Fadlun selama tiga tahun penjara,” ujar JPU Dewi Tarihoran dalam nota tuntutannya yang dibacakan dihadapan majejls hakim Pengadilan Negeri ( PN ) Medan diketuai Richard Silalahi.

Dikatakan Jaksa, sesuai fakta persidangan baik berupa keterangan saksi maupun barang bukti telah terbukti secara sah dan meyakinkan, terdakwa Fadlun melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana diatur dalam pasal 372 dan 378 KUHPidana,tentang penipuan dan penggelapan.

“Terdakwa Fadlun terbukti dengan cerita bohong bujukrayu dan janji – janji,telah berhasil memperdaya korban Abdul Hasan, sehingga korban mengalami kerugian Rp.1,4 miliar  pada tahun 2013 dan 2014 lalu,” tandas Jaksa.(Put/Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/