Aneh, Boru Siahaan Dituding Serobot Tanah Warisan Orang Tuanya yang Ditempati Selama 45 Tahun

Boru Siahaan

MEDAN, TOPKOTA.com – Sial nian nasib yang dialami Boru Siahaan (54) warga Jalan Sriwijaya Kecamatan Medan Petisah yang dijadikan terdakwa dalam kasus penyerobotan tanah yang merupakan warisan dari orang tuahnya yang telah ditinggali keluarga mereka selama 45 tahun.

Menurut keterangan Boru Siahaan dihadapan sejumlah media saat di PN Medan, dirinya telah dilaporkan oleh Ronggur Hutagalung suami dari Ratna Trimurti Sitompul yang masih memiliki hubungan famili dengan suami Boru Siahaan. Ronggur menuding Boru Siahaan telah menyerobot hak tanah miliknya, pada hal dari keterangan Boru Siahaan bahwa hak tanah itu masih milik korban, dikarenakan semenjak tahun 1973 orang tuah korban sudah tinggal di lokasi tanah itu.

“Kenapa kok jadi saya pula dituding telah melakukan penyerobotan hak tanah tersebut, hingga perkara yang terkesan aneh ini sampe ke persidangan. Tentu saja saya bahkan dari pihak keluarga tidak terima kalau aku dituding seperti itu, dan ini diluar logika. Padahal keluarga pelapor, warga setempat bahkan pihak Lurahnya mengetahui keluargaku sudah lama tinggal di situ loh selama 45 tahun,” kata boru Siahaan di dampingi suaminya Sianturi dan seorang pengacaranya Onan Purba Siburian,SH,MH.

Terangnya lagi dengan singkat, akibat ulah Ronggur Hutagalung membuat keluarga Boru Siahaan menjadi repot karena tersandung hukum hingga sampai ke persidangan. “Lihatlah gara-gara aku dituding seperti ini membuat kita harus berurusan sampai ke persidangan, dan saya akan tetap memperjuangkan hak kami yang dituding olehnya. Kan aneh sekali, masa dia menudingku telah menyerobot tanah yang sudah lama menjadi tempat tinggal rumah kedua orang tuah kami yang telah menjadi warisan buat saya dan keluarga,” kata korban boru Siahaan.

Hal senada dikatakan oleh Kuasa Hukum Onan Purba,SH, C.N,M.Kn dan Maurice Rogers Siburian,SH,MH yang menilai kasus ini sangat aneh. “Ya jelas tentunya sangat kelihatan aneh sekali dengan adanya tudingan yang dibuat si pelapor itu kepada klien kami ini (Korban). Dan kita lihat kalau kasus perkara ini sangat aneh sekali dan yang jelasnya kalau Ibu Boru Siahaan ini korban penudingan yang dituduh telah melakukan penyerobotan tanah, sementara tanah itu sudah lama sekali dijadikan rumah tempat tinggal orang tuah Boru Siahaan bahkan sampai sekarangpun jadi tempat tinggal mereka, jelas anehkan, meskipun perkara penudingan aneh ini sampai dipersidangan dimana akan tetap kita ikutin dan memperjuangkan rasa ke adilan yang harus dimiliki oleh si Ibu Boru Siahaan bersama keluarganya,” kata pengacara boru Siahaan sembari menambahkan bahwa tanah tersebut merupakan warisan milik orang tuahnya Maruli July Rut Marsaulina Boru  Siahaan yang beralamat di Jalan  Sriwijaya No.32/40.a. Medan. (Ayu)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/