Acuhkan Perintah Bupati, Masyarakat Desa Sipituhuta Kecewa Kinerja Kadis Pertanian Humbahas

Masyarakat Desa Sipituhuta saat menyambangi Dinas Pertanian Kabupaten Humbahas

DOLOKSANGGUL, TOPKOTA.com – Masyarakat Desa Sipituhuta Kecamatan Pollung Kabupaten Humbanghasundutan merasa kecewa atas sikap Kadis Pertanian Humbahas Janter Marbun.

Awanya, niat mereka ingin mendatangkan alat berat guna pengolahan lahan pertanian yang direncanakan untuk tanaman jagung. Maksud hendak memakai alat berat  untuk  kelompok tani Desa itu. Namun sebelum meminjam mereka berdiskusi terlebih dahulu dengan kepada Dinas Pertanian.

Setelah berdiskusi dengan Kadis Pertanian, sontak mereka terkejut dengan pernyataan Janter. Para petani ini kecewa karena Janter mengaku tidak memiliki anggaran untuk keperluan operasi alat berat tersebut, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Maaf uang kami gak ada beli minyak, namun kalau ada uang kalian mau belikan minyak duluan baru kami mau mengerjakanya,” ucapnya  dengan nada sombong.

Ditambahkanya pihaknya siap menurunkan alat berat, asal biaya BBM terlebih dahulu ditanggung para petani. “Kami berani Minggu ini ke lokasi anda, tapi kita harus ngomong pahit, uang kami tidak ada mendahulukan itu, walau pak Bupati pernah bilang waktu itu bayar pasca panen, tapi sekali lagi gak ada uang kami kesitu,” tandasnya.

Sebelumnya Bupati Humbang Hasundutan pada kesempatan berkunjung ke petani Kecamatan Pollung menyarankan masyarakat untuk mengajukan permohonan ke Dinas Pertanian guna memakai alat berat. Bupati juga mengatakan bahwa uang sewanya akan didahulukan Pemkab Humbahas dan nantinya jika sudah panen bisa dibayarkan.

Beranjak dari pernyataan Bupati tersebutlah beberapa Ketua Kelompok Tani, Op. Sesep Lumbangaol, Sait Lumbangaol, Pak Jhon Lumbangaol, Leonardo Lumbanbatu mengajukan permohonan ke Dinas Pertanian. Namun mereka sangat kecewa, dikarenakan ucapan Bupati tidak sejalan dengan Kadis Pertanian Humbahas.

“Kami sangat kecewa atas pernyataan yang di tunjukan Kadis itu, ngomong aja mesti di pintu ruanganya dan kami saja di belakangin,  tidak sopan sama sekali dan tak menunjukan etika yang baik menghadapi kami. Menyuruh duduk saja pun gak sama sekali. Ini kami sudah orang tua lho. Pemerintah sebagai pelayan masyarakat seharusnya menunjukan attitude yang baik dan berdiskusi dengan kami secara baik-baik untuk mencari solusi yang lain,” tandas salah satu kelompok tani.

Setelah mendengar arahan dari Kadis yang bersangkutan, nampak terlihat para kelompok Tani Desa Sipituhuta pergi meninggalkan kantor Dinas Pertanian, dan rencananya akan mengadukan perihal tersebut ke Bupati. (S.Lg)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/