6 Bulan Dilaporkan Kasus Penipuan, Ketua Yayasan Taruna Mandiri Padang Sumatera Barat Belum Diperiksa

Drs Maswir alias Datok Rangkayo Marajo

PEKANBARU, TOPKOTA.com – Terkait tidak terealisasinya  proyek pengadaan jasa keamanan yang telah  diberikan langsung oleh ketua Yayasan Taruna Mandiri Padang Sumatera Barat kepada PT Central Aman Sentosa (CAS) membuat jalinan kerjasama ini harus ditempuh melalui jalur hukum.

PT CAS resmi melaporkan ketua Yayasan Drs Maswir alias Datok Rangkayo Marajo ke Polres Metro Jakarta Barat pada tanggal 03 november 2017..sesuai dengan no Lp/1375/XI/2017/PMJ/Res.Jakbar.dengan pasal tindak pidana penipuan sebagaimana yang diatur dalam pasal 378  KUHPidana. Namun sampai saat ini laporan tersebut ‘jalan ditempat’ dan belum ada perkembangan.

Direktur PT CAS Syaiful Ambri Purba SH saat ditemui wartawan, Senin (14/5) mengatakan berawal dari proyek pengamanan dan pembangunan sekolah, kampus beserta Rumah sakit Taruna Mandiri Padang yang berlokasi di daerah Tebing Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.

“PT CAS dan Yayasan Taruna Mandiri Padang menjalin kerja sama proyek pembangunan pengamanan sekolah maupun kampus. Kerjasama ini juga sesuai dengan Surat perintah  kerja (SPK) No.027/Spmk/ims/ytm- cas/XXIII/III/2017, yang  dikeluarkan 23 Maret 2017. Kerjasama ini juga diperkuat setelah Ketua Yayasan Taruna Mandiri Padang Drs.Maswir dengan saya selaku Direktur PT.CAS,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang digelar di salah satu hotel di kawasan Mangga Besar Jakarta Barat dan atas undangan pihak yayasan, Drs Maswir meminta fee dibayar untuk penyerahan Surat Perjanjian Kerja, dan PT CAS kemudian memberikan uang fee dibayar di depan sebesar Rp 100 juta sekira tanggal 23 Maret 2017.

“Semula kami berharap semua bisa berjalan sesuai dengan apa yang telah disepakati namun kenyataan  pahit  harus kami terima, karena saat waktu telah melewati bulan Mei 2017 pekerjaan  tersebut tidak kunjung ada bahkan ironisnya setelah  beberapa kali pihak kami mengunjungi lokasi proyek dimaksud dalam SPK, bahkan didampingi langsung oleh mediator proyek yakni H.Azwan selaku pihak  penghubung antara PT.CAS dan Ketua Yayasan Taruna Mandiri Padang ternyata lokasi tersebut masih kosong terkesan tdk ada kegiatan apapun,” ujarnya.

Merasa proyek ini bermasalah lantas pihak PT.CAS langsug mengkonfirmasi ke Yayasan Taruna Mandiri Padang, namun Maswir ternyata tidak berada ditempat maupun masuk ke Yayasan. Selain itu Kepala Sekolah SMK Yayasan Taruna Mandiri Padang juga mengakui tidak pernah mendengar bahwa yayasan tersebut akan mengadakan proyek pembangunan karena jika ada pembangunan atau apapun kegiatan semua pengurus yayasan harus diberitahu.

Merasa ditipu oleh Maswir, lantas melalui kuasa hukumnya Jefri Batubara dan Rekan di Pekanbaru, PT CAS melaporkan ini ke Polres Metro Jakarta Barat. “Menurut kuasa hukum Jefri Batubara saat ini pihak Kepolisian sudah memeriksa saksi-saksi baik saksi korban, saksi mediator atau penghubung (H.Azwan) dan saksi lainya. Begitu juga barang bukti berupa SPK, bukti transfer uang dari PT CAS saat ini sudah disita penyidik Unit Jahtanras Polres Metro Jakbar. Dan informasi yang kami terima terlapor sudah dipanggil tiga kali sebagai saksi namun tidak pernah hadir untuk memberikan keterangan kepada penyidik,” ujarnya.

Oleh karena itu Direktur PT. CAS berharap agar Polres Metro Jakbar segera menjemput paksa terlapor dan meningkatkan status hukum terlapor. “Saya harap pihak Restro Jakbar bisa secepatnya menyelesaikan dan mengungkap masalah ini terlebih sudah hampir 6 bulan proses pelaporan, sampai saat ini belum ada peningkatan status hukum terhadap terlapor,” ujar Syariful. (Joni)

https://www.facebook.com/Media-Online-Topkota-635075260029474/